Business-to-consumer (B2C) merupakan aktifitas bisnis dimana dilakukan penyampaian produk atau jasa kepada konsumen tingkat akhir (end user).
Permission Marketing, yaitu praktek pemasaran kepada konsumen hanya setelah ada kepastian mendapatkan ijin mereka, merupakan alat yang dapat digunakan perusahaan untuk menerobos kekusutan dan membangun kesetiaan pelanggan.
Dengan bantuan basis data yang besar dan perangkat lunak yang maju, perusahaan dapat menyimpan bergiga-giga byte data pelanggan dan mengirimkan pesan pemasaran kepada pelanggan.
Seth Godin, seorang pelopor teknik pemasaran, mengestimasikan bahwa setiap orang Amerika menerima sekitar 3.000 pesan pemasaran setiap hari. Dia mempertahankan bahwa para pemasar tidak lagi dapat menggunakan “pemasaran interupsi” via kampanye media massa. Pemasaran dapat mengembangkan hubungan pelanggan yang lebih kuat dengan menghargai keinginan konsumen dan mengirimkan pesan hanya ketika mereka mengekspresikan satu keinginan untuk lebih terlibat dengan merek. Menurut Gordin, pemasaran ijin yang efektif bisa berjalan karena “bersifat personal, dapat diantisipasi, dan relevan.”
Pada B2C perlu menerapkan permission marketing, dikarenakan oleh banyaknya promosi yang didapat oleh calon konsumen, sehingga konsumen menjadi terganggu dan tidak dapat menangkap pesan yang akan disampaikan oleh pemasaran itu. Sehingga proses pemasaran secara acak atau interupsi, pesan yang disampaikan kepada para pengguna akhir, akan menjadi sia-sia dan dianggap sebagai ”gangguan yang lain” oleh calon pembeli
Contoh:
Pengiklanan melalui sms dan telepon yang dilakukan oleh ESIA, sering kali ESIA mengirimkan berbagai macam format layanannya melalui pesan singkat maupun panggilan telepon. Pada awalnya mungkin konsumen akan merasakan hal ini sebagai sesuatu yang berinformasi, namun seiring bertambahnya jumlah frekuensi pesan singkat dan panggilan telepon yang memasarkan layanan-layanan, membuat konsumen manjadi terganggu dan marah atas pemasaran yang dilakukan. Bayangkan, bila ketika anda memiliki satu space pesan tersisa, dan anda sedang menunggu pesan dari kerabat anda, tiba-tiba ESIA mengirimkan pesan promosinya secara bertubi-tubi, dan mengakibatkan pesan dari kerabat anda menjadi tertunda.
Sungguh menjengkelkan bukan?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar