Kompas, sebuah harian yang terbit untuk pertama kalinya 28 Juni 1965. Pendirinya adalah dwitunggal, Petrus Kanisius Ojong dan Jakob Oetama.
Pada awalnya, Presiden Soekarno meminta pendirian Kompas ke Partai Katolik. Dan tokoh-tokoh Katolik yang turut serta mengadakan pertemuan untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah P.K. Ojong, Jakob Oetama, R.G. Doeriat, Frans Xaverius Seda, Policarpus Swantoro, R. Soekarsono bersama beberapa wakil elemen hierarkis dari Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI): Partai Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik dan Wanita Katolik. Mereka sepakat mendirikan Yayasan Bentara Rakyat.
Hingga saat ini, Kompas telah menjadi salah satu Koran dengan basis pembaca yang terbesar. Namun di era digital seperti sekarang ini, eksistensi Koran-koran cetak mulai semakin digerogoti oleh Koran-koran digital. Oleh karena itu, Kompas berinisiatif untuk meluncurkan Koran digitalnya melalui websitenya, yaitu : www.kompas.com
1: E-Biz channel priorities
Kompas adalah salah satu Koran cetak terbesar yang ada di Indonesia, memulai era digitalnya, karena dituntut oleh perkembangan cara hidup yang semakin cepat dan modern, dimana era internet telah memberikan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan berita. Sehingga mau tidak mau Kompas demi menjaga eksistensinya, mulai memperkenalkan cetak digitalnya, dan demi meningkatkan kepuasan para konsumennya, Kompas juga menghadirkan konten video pada websitenya. Kompas Cyber Media dapat ditemukan pada website berikut ini : www.kompas.com
2: Organizational Restructuring and Capabilities
Perubahan struktur dalam Kompas, akan dilakukan, karena Kompas yang pada awalnya adalah ”Brick and Mortar” company, berubah menjadi ”Brick and Click” company. Sehingga agar dapat memenuhi kepuasan pelanggannya, Kompas mendirikan Kompas Cyber Media.
Melalui pendirian website ini, Kompas dapat memperoleh pangsa pasar yang lebih luas, karena selain para pelanggan Kompas konvensional (versi cetak), Kompas juga mendapatkan pembaca-pembaca potensial baru melalui pembaca-pembaca digitalnya (versi elektronik)
3: Business, Service and Revenue Model
Bisnis pada Kompas Cyber Media menjadi semakin beragam, Kompas memiliki sarana blog, forum, dan juga televisi
Kompas Cyber Media mendapatkan pemasukan dari iklan-iklan yang ditampilkan pada website Kompas Cyber Media. Pengiklan-pengiklan pada Kompas Cyber Media, antara lain : Luthfansa, Gramedia, Aora, Canon, dan lain sebagainya
4: Marketplace Restructuring
Seiring dengan kesibukan, konsumen makin menuntut segala sesuatunya secepat mungkin. Bukan hanya makanan yang disajikan secara cepat saji. Informasipun harus didapatkan secara cepat, dan melalui klik. Dengan ekspektasi pembaca yang seperti itu, Kompas menerbitkan Kompas versi elektroniknya melalui Kompas Cyber Media.
5: Market & Product Development Strategies
Pangsa pasar Kompas dengan diluncurkannya Kompas Cyber Media, menjadi semakin meningkat. Konsumen lama yang sebelumnya sudah mulai bergeser ke Koran elektronik, berhasil di raih lagi, dan Pasar koran elektronik yang sebelumnya belum menjadi pasar Kompas, dengan kehadiran Kompas Cyber Media.
Melalui Kompas Cyber Media, Kompas meluncurkan berbagai fitur-fitur baru yang mendukung kemudahan dalam mendapatkan informasi. Fitur-fitur ini antara lain: fasilitas blog, forum, video,dsb.
6: Positioning and Differentiation Strategies
Kompas sebagai market leader dalam Koran cetak, menerapkan strategi yang agak unik, yaitu: dengan menerbitkan koran ”Kompas up-date” pada sore hari dengan harga seribu perak saja. Dari hal ini, dapat kita lihat, bahwa penjualan media cetak Kompas sudah mulai mengalami penurunan, sehingga lebih baik Kompas memfokuskan diri pada Kompas Cyber Media.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar