Senin, 12 Januari 2009

Permission Marketing buat B2C?? HARUS TUH!!

Business-to-consumer (B2C) merupakan aktifitas bisnis dimana dilakukan penyampaian produk atau jasa kepada konsumen tingkat akhir (end user).


Permission Marketing, yaitu praktek pemasaran kepada konsumen hanya setelah ada kepastian mendapatkan ijin mereka, merupakan alat yang dapat digunakan perusahaan untuk menerobos kekusutan dan membangun kesetiaan pelanggan.
Dengan bantuan basis data yang besar dan perangkat lunak yang maju, perusahaan dapat menyimpan bergiga-giga byte data pelanggan dan mengirimkan pesan pemasaran kepada pelanggan.


Seth Godin, seorang pelopor teknik pemasaran, mengestimasikan bahwa setiap orang Amerika menerima sekitar 3.000 pesan pemasaran setiap hari. Dia mempertahankan bahwa para pemasar tidak lagi dapat menggunakan “pemasaran interupsi” via kampanye media massa. Pemasaran dapat mengembangkan hubungan pelanggan yang lebih kuat dengan menghargai keinginan konsumen dan mengirimkan pesan hanya ketika mereka mengekspresikan satu keinginan untuk lebih terlibat dengan merek. Menurut Gordin, pemasaran ijin yang efektif bisa berjalan karena “bersifat personal, dapat diantisipasi, dan relevan.”


Pada B2C perlu menerapkan permission marketing, dikarenakan oleh banyaknya promosi yang didapat oleh calon konsumen, sehingga konsumen menjadi terganggu dan tidak dapat menangkap pesan yang akan disampaikan oleh pemasaran itu. Sehingga proses pemasaran secara acak atau interupsi, pesan yang disampaikan kepada para pengguna akhir, akan menjadi sia-sia dan dianggap sebagai ”gangguan yang lain” oleh calon pembeli


Contoh:
Pengiklanan melalui sms dan telepon yang dilakukan oleh ESIA, sering kali ESIA mengirimkan berbagai macam format layanannya melalui pesan singkat maupun panggilan telepon. Pada awalnya mungkin konsumen akan merasakan hal ini sebagai sesuatu yang berinformasi, namun seiring bertambahnya jumlah frekuensi pesan singkat dan panggilan telepon yang memasarkan layanan-layanan, membuat konsumen manjadi terganggu dan marah atas pemasaran yang dilakukan. Bayangkan, bila ketika anda memiliki satu space pesan tersisa, dan anda sedang menunggu pesan dari kerabat anda, tiba-tiba ESIA mengirimkan pesan promosinya secara bertubi-tubi, dan mengakibatkan pesan dari kerabat anda menjadi tertunda.

Sungguh menjengkelkan bukan?

E-marketing Communication (Past->Present->Future)

E-MARKETING COMMUNICATION

Tahap-tahap Membentuk Komunikasi Pemasaran Efektif
1. Mengidentifikasi target pendengar
2. Menentukan tujuan komunikasi
3. Merancang pesan
4. Memilih saluran komunikasi
5. Membuat anggaran
6. Menetapkan bauran promosi
7. Mengukur hasil promosi
8. Mengorganisasi dan mengelola komunikasi pemasaran terintegrasi

Integrated Marketing Communication
(IMC) : A comprehensive plan of communication that includes advertising, sales promotion, public relations, direct marketing, personal selling, and the rest of marketing mix to provide maximum communication impact with stakeholders

Penerapan Internet pada proses memasarkan suatu barang pada tiap-tiap generasi dapat dijabarkan sebagai berikut :
PAST
Pada jaman dahulu, proses pemasaran dilakukan secara konvensional, melalui Mouth to Mouth, iklan, dan melalui display pada toko-toko atau etalase-etalase. Jadi calon konsumen harus benar-benar melihat dan merasakan barang tersebut sebelom membelinya. Oleh karena itu strategi pemasaran pada saat itu lebih menekankan kepada manfaat produk, dan bentuk display dari produk itu sendiri.

CURRENT
Pada jaman sekarang, proses pemasaran sudah mulai melakukan mobile marketing, dimana proses pemasaran semakin mudah dan cepat melalui penggunaan internet. Banyak kegiatan-kegiatan pemasaran dilakukan melalui internet, situs-situs jejaring sosial, telepon seluler, milis-milis,dsb. Kegiatan pemasaran juga tidak lagi berpaku pada iklan, namun lebih menekankan pembangunan image, melalui sponsor, acara-acara, kegiatan sosial,dsb.

FUTURE
Pada jaman mendatang, diperkirakan internet akan menjadi sarana pemasaran yang utama, dikarenakan sarana dan prasarana penunjang internet akan semakin maju dan pengguna internet juga akan semakin banyak.

Profitability Using E-Procurement

Beberapa definisi e-procurement dari berbagai sumber yaitu:
1. Menurut Kantor Manajemen Informasi Pemerintah Australia (Australian Government Information Management, AGIMO) : e-procurement merupakan pembelian antar-bisnis (business-to-business, B2B) dan penjualan barang dan jasa melalui internet. (www.agimo.gov.au/publications/2001/11/ar00-01/glossary).
2. Menurut daftar kata X-Solutions : e-procurement merupakan sebuah istilah dari pengadaan (procurement) atau pembelian secara elektronik. E-procurement merupakan bagian dari e-bisnis dan digunakan untuk mendesain proses pengadaan berbasis internet yang dioptimalkan dalam sebuah perusahaan.
3. Menurut daftar kata Siemens : e-procurement atau e-purchasing adalah pengadaan yang menggunakan media elektronik seperti internet atau jaringan komputer yang lain. Sistem e-procurement memusatkan pada platform (perangkat keras maupun lunak) komersial bagi para pembeli.
(http://www2.automation.siemens.com/meta/ebusiness/html_76/glossar/glossar_e.htm).
4. Menurut Wikipedia : e-procurement adalah pembelian business-to-business (B2B) dan penjualan barang dan jasa melalui internet maupun sistem-sistem informasi dan jaringan lain, seperti Electronic Data Interchange (EDI) dan Enterprise Resource Planning (ERP).

Pembelian dan penjualan online mengefisienkan proses pengadaan dan mengurangi biaya operasi dengan mengurangi pengeluaran untuk waktu administrasi dan memperpendek birokrasi. Penerapan e-procurement mendorong upaya transaksi dari pusat pembuat pesanan hingga titik kebutuhan pada pengguna desktop bisnis. Hal ini memastikan kesesuaian terhadap perjanjian dengan pemasok yang dipilih melalui katalog online yang mana dilihat-lihat oleh para pengguna untuk menemukan item yang dibutuhkan.

keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Dalam beberapa contoh, biaya pemrosesan berkurang sebesar 85%. E-procurement merupakan komponen besar dalam e-commerce B2B modern dan dapat diterapkan pada spektrum luas industri dan pasar.

Berikut adalah manfaat dari e-procurement :
1. Penghapusan biaya administrasi.
Penerapan e-procurement mengotomatisasi banyak proses administrasi dalam pembelian sehingga menjadi proses yang tanpa tertulis (paperless).
2. Pemotongan biaya pembelian.
E-procurement tidak secara intrinsik mengurangi biaya pembelian, namun mendorong organisasi untuk mencapai tujuan ini dengan cara berikut: Dengan mengenalkan sebuah sistem yang dapat digunakan dengan mudah oleh orang-orang dan dengan senang menggunakannya, memungkinkan setiap orang di organisasi menyesuaikan dengan aturan pemasok yang dipilih dan oleh karena itu meningkatkan kemampuan membeli organisasi terhadap supplier yang dipilih.
3. Pemotongan waktu siklus pembelian.
Dalam banyak dewan, waktu dari pemesanan hingga pengiriman dapat berhari-hari atau berbulan-bulan, membuat proses pengadaan menjadi kurang layak untuk kebutuhan-kebutuhan yang harus dipesan secara cepat.
4. Sesuai kebutuhan user (user compliance).
Memaksimalkan kecocokan dengan kebutuhan, menjamin bahwa setiap orang hanya membeli dari pemasok yang disetujui adalah hal penting bagi manajer pembelian, karena mempunyai dua manfaat yaitu mendapatkan nilai terbaik dari persetujuan-persetujuan dengan yang dipilih oleh perusahaan dan perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan persetujuan-persetujuan yang jauh lebih baik dengan para pemasoknya.
5. Pengurangan tingkat kesalahan pemesanan.
E-procurement secara dramatis mengurangi kecenderungan kesalahan pengguna dalam proses pengadaan, karena pesanan-pesanan dibuat dengan memilih item-item yang ada di katalog dalam sistem.

6 Strategies Kompas

Kompas, sebuah harian yang terbit untuk pertama kalinya 28 Juni 1965. Pendirinya adalah dwitunggal, Petrus Kanisius Ojong dan Jakob Oetama.
Pada awalnya, Presiden Soekarno meminta pendirian Kompas ke Partai Katolik. Dan tokoh-tokoh Katolik yang turut serta mengadakan pertemuan untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah P.K. Ojong, Jakob Oetama, R.G. Doeriat, Frans Xaverius Seda, Policarpus Swantoro, R. Soekarsono bersama beberapa wakil elemen hierarkis dari Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI): Partai Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik dan Wanita Katolik. Mereka sepakat mendirikan Yayasan Bentara Rakyat.
Hingga saat ini, Kompas telah menjadi salah satu Koran dengan basis pembaca yang terbesar. Namun di era digital seperti sekarang ini, eksistensi Koran-koran cetak mulai semakin digerogoti oleh Koran-koran digital. Oleh karena itu, Kompas berinisiatif untuk meluncurkan Koran digitalnya melalui websitenya, yaitu : www.kompas.com

1: E-Biz channel priorities
Kompas adalah salah satu Koran cetak terbesar yang ada di Indonesia, memulai era digitalnya, karena dituntut oleh perkembangan cara hidup yang semakin cepat dan modern, dimana era internet telah memberikan berbagai kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan berita. Sehingga mau tidak mau Kompas demi menjaga eksistensinya, mulai memperkenalkan cetak digitalnya, dan demi meningkatkan kepuasan para konsumennya, Kompas juga menghadirkan konten video pada websitenya. Kompas Cyber Media dapat ditemukan pada website berikut ini : www.kompas.com


2: Organizational Restructuring and Capabilities
Perubahan struktur dalam Kompas, akan dilakukan, karena Kompas yang pada awalnya adalah ”Brick and Mortar” company, berubah menjadi ”Brick and Click” company. Sehingga agar dapat memenuhi kepuasan pelanggannya, Kompas mendirikan Kompas Cyber Media.
Melalui pendirian website ini, Kompas dapat memperoleh pangsa pasar yang lebih luas, karena selain para pelanggan Kompas konvensional (versi cetak), Kompas juga mendapatkan pembaca-pembaca potensial baru melalui pembaca-pembaca digitalnya (versi elektronik)


3: Business, Service and Revenue Model
Bisnis pada Kompas Cyber Media menjadi semakin beragam, Kompas memiliki sarana blog, forum, dan juga televisi
Kompas Cyber Media mendapatkan pemasukan dari iklan-iklan yang ditampilkan pada website Kompas Cyber Media. Pengiklan-pengiklan pada Kompas Cyber Media, antara lain : Luthfansa, Gramedia, Aora, Canon, dan lain sebagainya


4: Marketplace Restructuring
Seiring dengan kesibukan, konsumen makin menuntut segala sesuatunya secepat mungkin. Bukan hanya makanan yang disajikan secara cepat saji. Informasipun harus didapatkan secara cepat, dan melalui klik. Dengan ekspektasi pembaca yang seperti itu, Kompas menerbitkan Kompas versi elektroniknya melalui Kompas Cyber Media.


5: Market & Product Development Strategies
Pangsa pasar Kompas dengan diluncurkannya Kompas Cyber Media, menjadi semakin meningkat. Konsumen lama yang sebelumnya sudah mulai bergeser ke Koran elektronik, berhasil di raih lagi, dan Pasar koran elektronik yang sebelumnya belum menjadi pasar Kompas, dengan kehadiran Kompas Cyber Media.
Melalui Kompas Cyber Media, Kompas meluncurkan berbagai fitur-fitur baru yang mendukung kemudahan dalam mendapatkan informasi. Fitur-fitur ini antara lain: fasilitas blog, forum, video,dsb.


6: Positioning and Differentiation Strategies
Kompas sebagai market leader dalam Koran cetak, menerapkan strategi yang agak unik, yaitu: dengan menerbitkan koran ”Kompas up-date” pada sore hari dengan harga seribu perak saja. Dari hal ini, dapat kita lihat, bahwa penjualan media cetak Kompas sudah mulai mengalami penurunan, sehingga lebih baik Kompas memfokuskan diri pada Kompas Cyber Media.